Ini Cara Menabung yang Benar, Menabung di Bank Tidak Akan Membuat Anda Kaya !!

Bagaimana cara menabung yang benar? Pemikiran kita sering dimulai dengan menghemat, kita bisa menabung uang lebih banyak. Dengan begitu, pundi-pundi uang yang terkumpul akan semakin besar dan menjadikan kita kaya, karena memiliki banyak uang. Benarkah pemikiran seperti itu?



Menabung di Bank Tidak akan Membuat Anda Kaya
Jika Anda berpikir bahwa dengan menabung uang di Bank menjadi jalan Anda untuk mencapai kekayaan, maka Anda salah besar.

Mengapa hanya menabung tidak akan menyelamatkan kehidupan finansial Anda? Depresiasi nilai uang dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa dilepaskan dari sejarah bagaimana Amerika mengubah standar nilai uang yang dianutnya.

Karena posisi dolar Amerika sebagai mata uang internasional, secara otomatis seluruh negara juga mengikuti sistem mata uang mengambang.  

Apabila hanya mengandalkan dari menabung saja, tentunya tidak akan mampu mengejar inflasi yang tingkatannya lebih cepat dari bunga tabungan. Jika sudah begitu, menjadi kaya pun akan terhambat karena uang yang kita miliki saat ini tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.


Uang kini bermusuhan dengan waktu. Semakin lama Anda menabung, simpanan Anda memang bertambah banyak, tetapi nilai simpanan itu sendiri bisa jadi malah bertambah turun.

Cara Menabung yang Benar
Ada beberapa cara menabung yang benar, yang bisa membuat kita membangun kekayaan dan mengalahkan inflasi.


Investasi bisa mengalahkan inflasi dan menjaga nilai uang saat ini yang kita miliki. Bahkan tidak hanya mengalahkan inflasi, hasil investasi pun berpotensi memberikan pertumbuhan aset yang lebih besar, sehingga memberikan keuntungan kepada Anda.

Orang terkaya di dunia, sebut saja Bill Gates, Warren Buffet, Bernard Arnault, mereka memiliki kekayaan dengan berinvestasi. Berikut penjelasan cara menabung yang benar:

1. Menabung Saham
Menabung saham saat ini masih belum terlalu umum bagi orang Indonesia. Padahal saat ini untuk menabung dengan saham caranya begitu mudah. Sama halnya dengan kita menabung konvensional.

Pemerintah saat ini sedang mengkampanyekan untuk Yuk Nabung Saham (YNS) dimana masyarakat diajak untuk berinvestasi di pasar modal melalui share saving. Dengan berbekal mulai dari Rp100.000 setiap bulan, masyarakat diajak untuk menabung saham secara rutin dan berkala.


Cara untuk menabung saham adalah dengan calon nasabah datang ke bank-bank yang menjadi pilihan dan membuka rekening biasa. Selanjutnya nasabah tinggal membuka rekening investasi dengan membuat akun identifikasi investor (single investor identification/SID) pada perusahaan sekuritas, broker atau perantara perdagangan saham.

Dana yang disimpan dalam rekening bank nantinya akan dipotong secara otomatis (autodebet) untuk dibelikan saham atau produk reksa dana yang disetujui oleh investor. Nilainya pun bisa disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan nasabah.

Setelah nominal dana sudah ditentukan maka Anda bisa menyetorkan dana tersebut pada rekening saham secara rutin setiap periode. Nasabah pun bebas memilih saham yang akan dibeli, asalkan sesuai dengan jumlah setoran per bulan.


Investasi saham sejatinya adalah investasi jangka panjang antara 5-10 tahun. Dalam 10 tahun terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah tumbuh 25%, sedangkan bunga deposito tumbuh hanya di kisaran 7,2%.  

Berbeda dengan tabungan konvensional yang bisa terkena inflasi, uang yang ditabung pada saham tergantung pada produktivitas perusahaan pemilik saham tersebut bekerja. Semakin baik perkembangan bisnis jangka panjang maka akan semakin baik hasilnya.


Selain itu, suatu saat Anda akan mendapatkan keuntungan berupa capital gain yakni selisih harga beli dan harga jual saham tersebut. Belum lagi dari dividen yang akan Anda terima jika perusahaan mengalami keuntungan.

2. Menabung Reksa Dana
Salah satu jenis investasi yang berpotensi menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang adalah reksa dana.

Produk investasi ini sangat cocok bagi anak muda yang penghasilannya belum besar, sebab modal investasi ini bisa dimulai dengan dana minimum Rp100.000 saja.

Selain itu pun risikonya relatif lebih rendah, karena dikelola oleh profesional dan ahli yaitu manajer investasi.


Ada beberapa macam jenis investasi reksa dana. Ada reksa dana pasar uang yang ditanamkan pada instrumen deposito dengan tingkat keuntungan maksimal sekitar 7%.

Lalu ada reksa dana pendapatan tetap yang ditanamkan oleh manajer investasi pada investasi obligasi yang tingkat keuntungan maksimal 10%.

Kemudian ada reksa dana saham dengan tingkat keuntungan sampai 25%. Dan terakhir reksa dana campuran antara saham, obligasi dan deposito dengan tingkat keuntungan maksimal 15%.

Untuk di Indonesia kini juga dihadirkan reksa dana syariah, dimana reksa dana menggunakan ketentuan dan prinsip syariah Islam.


reksa dana syariah memiliki kebijakan, yakni hanya berinvestasi pada perusahaan dengan kategori halal (tidak boleh ditanam di perusahaan yang haram seperti judi, pornografi, minuman keras, dan lain sebagainya) dan juga memenuhi rasio keuangan tertentu (total utang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82%).

Selain itu, dalam reksa dana syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah (DPS), fungsi dari DPS adalah mengawasi dan memberikan pengarahan agar pengelolaan reksa dana sesuai dengan prinsip syariah yaitu jujur, berkeadilan, dan bermanfaat bagi sesama.  

Untuk membeli investasi reksa dana sangat mudah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui agen penjual reksa dana seperti bank. Investor bisa membeli reksa dana di bank melalui otomatis (autodebet) secara rutin.


Kedua, seseorang dapat membeli reksa dana melalui manajer investasi langsung, dalam manajer investasi ini Anda harus melihat perusahaannya sudah memiliki reputasi dan diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia untuk menjamin legalitas dan keamanan investasi Anda.

3. Menabung Emas
Salah satu faktor mengapa kita perlu menabung di emas adalah karena harga emas yang selalu naik dari tahun ke tahun.

Selain itu, kelebihan dari emas adalah daya tahannya terhadap arus inflasi dan saat Anda membutuhkan uang tunai dalam jumlah besar maka emas dapat dengan mudah dan cepat untuk diuangkan.

Pegadaian memberikan program untuk membantu masyarakat bisa berinvestasi dalam emas. Pegadaian membuat program tabungan emas, dimana Anda dapat menyetorkan sejumlah dana kepada Pegadaian untuk memiliki emas sesuai kebutuhan.


Tetapi, selama dalam proses menabung, emas ini tetap dalam penguasaan pihak pegadaian hingga mencapai berat tertentu.

Cara menabung emas cukup mudah yaitu dengan fotokopi KTP, mengisi formulir pengajuan, usia 21 tahun hingga 55 tahun.

Sebelum memulai, Anda wajib membuka rekening di Pegadaian dengan biaya administrasi sebesar Rp10.000 dan biaya titip emas Rp30.000 per tahun.

Untuk setoran minimal adalah setara dengan harga 0,01 gram sesuai dengan kurs harian emas pegadaian. Jangka waktu menabung bisa kapan saja tanpa terikat jangka waktu (tenor).

Apabila membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas Anda dapat dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan Anda dapat menerima uang tunai sesuai dengan kurs jual yang ada di Pegadaian.


Fisik emas batangan dapat Anda order cetak dengan pilihan keping (5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan 100 gram) dengan membayar biasa cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.

4. Menabung Dolar
Bank memiliki sejumlah layanan investasi yang cenderung aman buat masyarakat yang ingin memulai investasi. Diantaranya adalah tabungan mata uang asing. Dibandingkan tabungan mata uang rupiah, bunga tabungan mata uang asing memang lebih rendah.

Tetapi tabungan ini dapat dimanfaatkan sebagai investasi dengan keuntungan yang tidak dimiliki tabungan biasa. Keuntungan menabung mata uang asing antara lain:


  • Sebagai dana untuk belajar ke luar negeri
  • Sebagai dana untuk perjalanan ke luar negeri, baik untuk berwisata maupun ibadah haji
  • Mempertahankan daya beli saat rupiah jatuh

Cara menabung dolar sebenarnya cukup mudah. Prinsip utamanya adalah membeli dolar pada saat nilainya sedang turun dan menjualnya ketika nilainya naik.

Anda perlu membandingkan nilai jual antara satu bank atau money changer dengan bank atau money changer lainnya. Carilah pihak yang menjual dolar dengan harga terendah.

Bila Anda ingin menabung dalam dolar direkomendasikan untuk membelinya sebulan sekali. Dengan begitu, nilai dolar kita akan merata dan tidak terpatok pada satu harga saja.

Cara ini juga berguna untuk mengantisipasi bila nilai dolar jatuh secara tiba-tiba. Sehingga kita tidak mengalami kerugian karena dolar yang kita beli harganya tidak sama.

Anda juga perlu menetapkan target margin keuntungan yang diperoleh. Sebagai contoh bila Anda ingin memiliki margin keuntungan 5%, maka apabila Anda membeli satu dolar dengan harga Rp13.000 maka Anda perlu menjual dolar yang Anda miliki saat kurs belinya Rp13.300.

Sumber : finansialku.com